FAQ
Seberapa sering maintenance WordPress harus dilakukan?
Idealnya maintenance dilakukan secara rutin dengan jadwal sederhana: pengecekan ringan bisa harian untuk website bisnis atau toko online, sementara update dan scan keamanan bisa mingguan. Untuk optimasi database dan audit plugin, bulanan biasanya sudah cukup. Semakin sering website kamu di-update kontennya atau menerima transaksi, semakin sering juga maintenance perlu dilakukan.
Apakah update WordPress bisa bikin website error?
Bisa, terutama kalau ada plugin atau tema yang tidak kompatibel. Namun risikonya bisa ditekan dengan cara update yang aman: backup dulu, update satu per satu, lalu cek halaman penting seperti Home, Contact, dan Checkout. Kalau kamu disiplin dengan langkah ini, update justru jadi cara terbaik menjaga website tetap aman.
Apa yang paling penting dari checklist maintenance ini?
Kalau harus memilih satu, backup adalah yang paling penting karena menjadi “tombol penyelamat” saat terjadi error atau hack. Setelah itu, update keamanan dan pemantauan dasar juga sangat krusial agar masalah tidak berkembang. Fokus pada hal-hal yang mencegah kerugian besar dulu, baru lanjut ke optimasi performa.
Backup WordPress yang benar harus mencakup apa saja?
Backup yang benar harus mencakup file website dan database. File mencakup tema, plugin, dan folder uploads, sedangkan database mencakup postingan, setting, user, dan data transaksi jika ada. Simpan backup di lokasi berbeda dari hosting agar aman jika server bermasalah.
Kenapa website makin lambat padahal hostingnya bagus?
Sering kali penyebabnya bukan hosting, tetapi faktor internal seperti gambar terlalu besar, cache berantakan, plugin terlalu banyak, atau database menumpuk revisi dan data tidak terpakai. Maintenance performa membantu mengurangi beban ini sehingga website kembali ringan. Jika sudah dioptimasi tetapi masih lambat, barulah pertimbangkan upgrade hosting.
Apa tanda WordPress kamu mulai butuh maintenance serius?
Tandanya bisa berupa loading makin lama, sering muncul error kecil, halaman 404 meningkat, atau plugin mulai sering konflik setelah update. Tanda lain adalah kamu melihat aktivitas login mencurigakan atau ada perubahan konten yang tidak kamu lakukan. Kalau kamu merasakan satu atau dua tanda ini, sebaiknya langsung mulai rutin maintenance.
Plugin keamanan itu wajib atau opsional?
Untuk website bisnis, toko online, atau website yang penting secara operasional, plugin keamanan sangat disarankan karena membantu scanning, firewall, dan proteksi login. Untuk blog kecil, minimal kamu perlu kebiasaan keamanan seperti password kuat, update rutin, dan membatasi percobaan login. Plugin keamanan membuat proteksi lebih konsisten, terutama jika kamu tidak punya waktu monitoring manual.
Apakah membersihkan database bisa berisiko?
Bisa berisiko jika dilakukan sembarangan, terutama jika kamu menghapus data plugin yang masih dipakai. Cara paling aman adalah backup dulu, lalu lakukan pembersihan yang umum seperti revisi berlebihan, spam comment, trash, dan transient yang kadaluarsa. Jika kamu ragu, lakukan di staging atau pakai metode yang lebih konservatif.
Kenapa harus menghapus plugin yang tidak dipakai, bukan hanya menonaktifkan?
Plugin yang dinonaktifkan masih bisa menyisakan data, menambah beban manajemen, dan dalam beberapa kasus tetap menjadi risiko jika ada celah keamanan pada file yang tertinggal. Menghapus plugin yang benar-benar tidak dibutuhkan membuat website lebih ringan dan mengurangi potensi konflik. Sebelum menghapus, pastikan tidak ada fitur penting yang bergantung pada plugin tersebut.
Maintenance WordPress bisa dilakukan sendiri atau harus pakai jasa?
Bisa dilakukan sendiri jika kamu mengikuti checklist dan punya waktu rutin, terutama untuk website kecil sampai menengah. Untuk website bisnis yang penting atau toko online dengan transaksi harian, jasa maintenance bisa membantu karena monitoring dan penanganan masalah lebih cepat. Pilih sesuai skala website, tingkat risiko, dan kemampuan tim kamu.
