Penulisan Artikel – Banyak orang bisa menulis artikel, tetapi tidak semua artikel nyaman dibaca, dipercaya, dan benar-benar membantu pembaca. Masalahnya biasanya bukan ide, melainkan cara menyusun tulisan agar rapi, jelas, dan sesuai pedoman yang baik. Di 2026, pembaca makin kritis dan mudah berpindah ke halaman lain kalau artikel terasa bertele-tele atau tidak menjawab pertanyaan mereka. Selain itu, artikel yang ditulis dengan pedoman yang baik juga lebih mudah dipahami mesin pencari, sehingga peluang tampil di hasil pencarian ikut meningkat. Kabar baiknya, menulis artikel yang baik itu bisa dipelajari lewat langkah-langkah sederhana yang konsisten. Artikel ini membahas cara menulis artikel sesuai pedoman yang baik, dari tahap perencanaan sampai revisi, dengan gaya yang bisa langsung kamu praktikkan.
Cara Menulis Artikel Sesuai Dengan Pedoman yang Baik
Menulis artikel sesuai pedoman yang baik adalah proses membuat tulisan yang jelas, terstruktur, akurat, dan mudah dipahami pembaca. “Pedoman yang baik” biasanya mencakup hal-hal seperti relevansi topik, struktur heading yang rapi, bahasa yang efektif, data yang konsisten, serta etika penulisan seperti tidak menyesatkan dan tidak berlebihan. Artikel yang baik tidak harus panjang, tetapi harus fokus menjawab kebutuhan pembaca dan memberi nilai yang nyata. Di sisi lain, artikel yang baik juga memperhatikan keterbacaan seperti paragraf yang tidak terlalu panjang, penggunaan kalimat aktif, dan alur yang logis. Jika kamu menulis untuk blog atau website bisnis, artikel yang mengikuti pedoman yang baik akan lebih mudah membangun kepercayaan dan mendorong tindakan seperti subscribe, menghubungi, atau membeli. Jadi, pedoman ini membantu tulisanmu bukan hanya “bagus”, tetapi juga “berfungsi”.
Apa yang perlu kamu pahami sebelum mulai menulis
Sebelum menulis, kamu perlu tahu tiga hal: siapa pembacanya, apa tujuan artikelnya, dan apa yang harus pembaca dapat setelah membaca. Banyak artikel gagal bukan karena penulisnya tidak bisa menulis, tetapi karena artikelnya tidak punya arah yang jelas. Jika pembaca adalah pemula, bahasa dan contoh harus sederhana. Jika pembaca adalah praktisi, kamu perlu lebih detail dan langsung ke langkah teknis. Tujuan artikel juga penting: apakah untuk edukasi, untuk membangun trust, atau untuk mengarahkan ke layanan. Dengan memahami ini, kamu bisa menentukan gaya bahasa, tingkat kedalaman, dan struktur artikel yang tepat.
Hal kedua yang penting adalah memahami “intent” pembaca, yaitu alasan mereka mencari topik itu. Orang yang mencari “cara” biasanya ingin langkah praktis, sementara orang yang mencari “apa itu” ingin definisi yang jelas dan contoh. Jika kamu menulis tanpa memetakan intent, artikel bisa melebar dan tidak memuaskan. Selain itu, pedoman yang baik juga menuntut kamu menulis dengan tanggung jawab: jangan membuat klaim yang tidak bisa kamu jelaskan, jangan menakut-nakuti pembaca, dan jangan mengisi artikel dengan kalimat kosong. Artikel yang baik biasanya terasa ringan dibaca, tetapi isinya padat manfaat. Dengan mindset ini, proses menulis jadi lebih terarah.
Mulai dari outline yang rapi, bukan langsung menulis
Outline membantu kamu menjaga alur dan menghindari pengulangan. Tuliskan dulu judul, lalu buat subheader yang mewakili poin-poin utama yang ingin kamu bahas. Pastikan urutannya logis, misalnya dari definisi, alasan penting, langkah, contoh, lalu penutup. Outline juga membantu kamu memperkirakan panjang artikel dan bagian mana yang harus lebih detail. Untuk pemula, outline sederhana sudah cukup, yang penting semua pertanyaan utama pembaca terjawab.
Setelah outline jadi, coba baca subheader-nya saja. Jika subheader sudah membentuk “cerita” yang jelas, berarti struktur kamu sudah kuat. Kalau masih loncat-loncat, rapikan sebelum menulis isi. Ini jauh lebih cepat daripada menulis panjang lalu merombak di akhir. Outline juga memudahkan kamu menambahkan contoh, data, atau FAQ tanpa membuat artikel terasa berantakan. Dengan kebiasaan ini, kualitas tulisanmu akan naik secara konsisten.
Gunakan pembuka yang langsung relevan dengan masalah pembaca
Pembuka yang baik bukan hanya basa-basi, tetapi menjawab alasan pembaca datang. Kamu bisa mulai dengan menggambarkan masalah umum, kesalahan yang sering terjadi, atau hasil yang pembaca inginkan. Setelah itu, jelaskan apa yang akan pembaca pelajari dan siapa artikel ini cocok untuk. Hindari pembuka yang terlalu panjang tanpa informasi, karena pembaca biasanya ingin cepat masuk ke inti. Gunakan bahasa yang sederhana dan terasa “dekat”, tetapi tetap profesional.
Pembuka yang tepat membuat pembaca merasa dipahami. Ini meningkatkan kemungkinan mereka membaca sampai selesai dan mengikuti langkah yang kamu berikan. Pembuka juga penting untuk SEO karena membantu menegaskan topik artikel sejak awal. Pastikan di bagian awal sudah ada konteks yang cukup tentang istilah utama yang dibahas. Dengan begitu, pembaca dan mesin pencari sama-sama paham arah tulisanmu.
Pedoman menulis isi artikel agar jelas dan mudah dipahami
Bagian isi adalah tempat kamu membuktikan nilai artikel. Pedoman utama yang perlu kamu pegang adalah: satu paragraf membahas satu ide, satu subheader membahas satu topik, dan setiap bagian harus menjawab pertanyaan pembaca. Gunakan kalimat aktif dan hindari istilah yang tidak perlu, kecuali kamu menjelaskan artinya. Jika ada langkah-langkah, tulis dengan urutan yang jelas agar pembaca bisa mengikuti. Jika ada konsep, beri contoh nyata agar tidak mengawang. Artikel yang baik membuat pembaca merasa “oh, sekarang aku paham dan bisa mulai”.
Selain jelas, artikel juga harus efektif. Jangan mengulang poin yang sama dengan kata berbeda hanya untuk menambah panjang. Jika kamu perlu mengulang, lakukan untuk memperjelas dengan contoh, bukan sekadar memanjangkan. Gunakan transisi antar paragraf agar tulisan terasa mengalir. Pastikan juga konsistensi istilah, misalnya jika kamu memakai istilah “pembaca”, jangan tiba-tiba ganti menjadi “audience” tanpa alasan. Dengan pedoman ini, artikel terasa rapi dan nyaman dibaca.
Pakai subheader yang informatif dan tidak terlalu generik
Subheader yang baik membantu pembaca “memindai” artikel dan menemukan bagian yang mereka butuhkan. Hindari subheader generik seperti “Pembahasan” atau “Penjelasan”, karena itu tidak membantu. Gunakan subheader yang menjelaskan isi bagian, misalnya “Cara menyusun struktur artikel agar tidak berantakan” atau “Kesalahan yang bikin artikel sulit dibaca”. Subheader yang informatif juga membantu SEO karena memberi sinyal topik di tiap bagian. Untuk keterbacaan, buat subheader tidak terlalu panjang, tetapi tetap jelas.
Setelah membuat subheader, pastikan di bawahnya ada penjelasan yang cukup sebelum pindah ke subheader berikutnya. Minimal dua kalimat yang benar-benar menjelaskan isi, bukan hanya pengantar kosong. Ini penting agar artikel tidak terasa seperti daftar judul tanpa isi. Subheader yang rapi membuat pembaca betah dan memudahkan kamu menulis karena setiap bagian sudah punya fokus. Dengan struktur ini, kamu bisa menulis lebih cepat dan kualitasnya lebih stabil.
Gunakan paragraf pendek dan kalimat yang efektif
Paragraf pendek membuat artikel lebih nyaman dibaca, terutama di HP. Idealnya satu paragraf terdiri dari 2–5 kalimat, tergantung kompleksitas topik. Jika kamu punya paragraf panjang, pecah menjadi dua bagian agar pembaca tidak lelah. Gunakan kalimat yang langsung, hindari terlalu banyak anak kalimat. Jika kamu ingin menjelaskan sesuatu yang kompleks, gunakan analogi atau contoh singkat.
Kalimat efektif juga berarti menghindari kata-kata yang tidak menambah makna. Misalnya, daripada menulis “pada dasarnya”, kamu bisa langsung ke inti kalimat. Daripada “dapat dikatakan bahwa”, kamu bisa tulis “artinya”. Semakin sedikit kata pembuka yang kosong, semakin kuat isi tulisanmu. Jika kamu menulis untuk bisnis, kalimat efektif juga membuat CTA lebih jelas. Pembaca akan lebih mudah mengambil tindakan jika pesanmu tidak bertele-tele.
Beri contoh, data, atau ilustrasi agar tidak mengawang
Artikel yang baik biasanya punya contoh yang membuat pembaca bisa membayangkan penerapannya. Jika kamu menjelaskan konsep, beri contoh kalimat, contoh struktur, atau contoh langkah. Jika kamu menyebut “hindari paragraf panjang”, tunjukkan contoh paragraf yang terlalu panjang dan versi revisinya. Jika kamu membahas “bahasa yang jelas”, tunjukkan contoh bahasa yang terlalu teknis lalu ubah menjadi lebih sederhana. Contoh seperti ini meningkatkan kualitas tulisan tanpa membuatnya membosankan.
Jika kamu memakai data, pastikan datanya relevan dan tidak berlebihan. Jangan memasukkan angka hanya untuk terlihat meyakinkan, apalagi jika kamu tidak yakin kebenarannya. Untuk artikel SEO, contoh keyword dan struktur heading juga sangat membantu pembaca. Ilustrasi bisa berupa analogi sederhana yang mudah dimengerti. Dengan contoh, artikelmu terasa lebih “membimbing”, bukan hanya “menjelaskan”.
Pedoman revisi: bagian yang sering dilupakan
Revisi adalah tahap yang sering diabaikan padahal di sinilah artikel menjadi lebih “matang”. Setelah selesai menulis, istirahat sebentar lalu baca ulang sebagai pembaca, bukan sebagai penulis. Periksa apakah alurnya jelas, apakah ada bagian yang berulang, dan apakah ada paragraf yang terasa terlalu panjang. Cek juga ejaan, tanda baca, dan konsistensi istilah. Jika ada kalimat yang bisa dipersingkat tanpa mengurangi makna, pendekkan. Jika ada bagian yang terasa mengawang, tambahkan contoh atau penjelasan singkat.
Revisi juga mencakup memastikan artikel memenuhi tujuan awal. Jika tujuan artikel adalah membantu pembaca melakukan sesuatu, pastikan ada langkah yang jelas. Jika tujuan artikel adalah edukasi, pastikan definisi dan penjelasan utamanya tidak kabur. Untuk website bisnis, pastikan CTA tidak terlalu agresif tetapi tetap jelas. Revisi bukan berarti mengubah semuanya, tetapi merapikan agar tulisan lebih mudah dibaca dan lebih kuat pesannya. Dengan kebiasaan revisi, kualitas tulisanmu akan naik tanpa harus menulis lebih panjang.
Checklist cepat sebelum publish
Sebelum publish, cek apakah judul sesuai isi dan tidak menyesatkan. Pastikan subheader sudah informatif dan urutannya logis. Periksa apakah setiap subheader punya minimal dua kalimat penjelasan yang nyata, bukan hanya transisi. Pastikan ada pembuka yang relevan, isi yang menjawab, dan penutup yang merangkum. Cek apakah artikel punya contoh atau poin praktis yang bisa langsung dipakai pembaca. Terakhir, cek apakah ada typo, link rusak, atau format yang membuat artikel sulit dibaca.
Checklist ini membantu kamu menjaga standar, terutama jika kamu menulis banyak artikel. Semakin sering kamu menulis, semakin mudah lengah pada detail kecil. Dengan checklist, kamu punya pagar kualitas yang konsisten. Jika kamu menulis untuk tim, checklist juga bisa jadi pedoman bersama agar gaya tulisan tidak berbeda terlalu jauh. Hasilnya, blog kamu terlihat lebih profesional dan mudah dipercaya.
FAQ
Bagian ini menjawab pertanyaan yang sering muncul tentang cara menulis artikel yang baik. Tujuannya agar kamu punya pegangan praktis saat menulis dan tidak terjebak pada kebingungan umum.
Apa ciri artikel yang sesuai pedoman yang baik?
Ciri utamanya adalah struktur jelas, bahasa mudah dipahami, isi relevan dengan judul, dan tidak menyesatkan pembaca. Artikel juga punya alur yang logis dan tidak bertele-tele. Selain itu, ada contoh atau langkah praktis jika topiknya membutuhkan penerapan.
Apakah artikel harus panjang supaya dianggap bagus?
Tidak harus, karena yang dinilai pembaca adalah apakah artikel menjawab kebutuhan mereka. Artikel pendek bisa sangat bagus jika langsung ke inti dan lengkap untuk topiknya. Artikel panjang menjadi bagus jika strukturnya rapi dan informasinya memang dibutuhkan.
Bagaimana cara membuat artikel mudah dibaca di HP?
Gunakan paragraf pendek, subheader yang jelas, dan kalimat yang efektif. Hindari blok teks panjang tanpa jeda. Gunakan poin-poin jika perlu agar informasi mudah dipindai.
Apakah perlu menulis dengan bahasa formal?
Tidak selalu, tergantung target pembaca dan brand kamu. Yang penting adalah jelas, sopan, dan konsisten. Kamu bisa menulis santai profesional asalkan tidak membingungkan dan tetap enak dibaca.
Bagaimana cara menghindari artikel terasa generik?
Tambahkan contoh nyata, sudut pandang spesifik, dan detail yang relevan dengan audiens kamu. Hindari kalimat kosong yang bisa dipakai di artikel mana pun. Semakin spesifik kamu menjelaskan, semakin tulisan terasa unik dan dipercaya.
Apa langkah pertama jika saya bingung mulai menulis?
Mulailah dari outline dan tuliskan pertanyaan yang paling sering ditanyakan pembaca tentang topik itu. Jawab pertanyaan tersebut satu per satu di bawah subheader. Dengan cara ini, tulisanmu akan fokus dan tidak melebar.
