{"id":2414,"date":"2026-01-06T08:19:56","date_gmt":"2026-01-06T08:19:56","guid":{"rendered":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/?p=2414"},"modified":"2026-01-06T08:20:49","modified_gmt":"2026-01-06T08:20:49","slug":"penulisan-artikel-yang-benar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/","title":{"rendered":"10 Panduan Format Penulisan Artikel yang Benar"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"0\" data-end=\"832\"><strong>Penulisan Artikel yang Benar<\/strong> &#8211; Banyak orang sudah rajin menulis artikel, tetapi hasilnya sering terasa \u201cberantakan\u201d: pembuka terlalu panjang, subjudul tidak nyambung, paragraf menumpuk, dan pembaca cepat keluar karena sulit dipindai. Padahal, format penulisan yang benar itu bukan soal gaya yang kaku, melainkan cara menyusun informasi agar mudah dipahami, enak dibaca di HP, dan terlihat profesional. Di 2026, pembaca makin terbiasa membaca cepat, sehingga artikel yang rapi biasanya lebih dipercaya dan lebih mudah perform di mesin pencari. Kabar baiknya, format penulisan yang benar bisa kamu ikuti seperti checklist, sehingga proses menulis lebih cepat dan hasilnya konsisten. Artikel ini membahas 10 panduan format penulisan artikel yang benar untuk pemula, lengkap dengan contoh penerapan sederhana agar kamu bisa langsung praktik.<\/p>\n<div id=\"ez-toc-container\" class=\"ez-toc-v2_0_80 counter-flat ez-toc-counter ez-toc-grey ez-toc-container-direction\">\n<div class=\"ez-toc-title-container\">\n<p class=\"ez-toc-title\" style=\"cursor:inherit\">Daftar Isi<\/p>\n<span class=\"ez-toc-title-toggle\"><a href=\"#\" class=\"ez-toc-pull-right ez-toc-btn ez-toc-btn-xs ez-toc-btn-default ez-toc-toggle\" aria-label=\"Toggle Table of Content\"><span class=\"ez-toc-js-icon-con\"><span class=\"\"><span class=\"eztoc-hide\" style=\"display:none;\">Toggle<\/span><span class=\"ez-toc-icon-toggle-span\"><svg style=\"fill: #999;color:#999\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" class=\"list-377408\" width=\"20px\" height=\"20px\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\"><path d=\"M6 6H4v2h2V6zm14 0H8v2h12V6zM4 11h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2zM4 16h2v2H4v-2zm16 0H8v2h12v-2z\" fill=\"currentColor\"><\/path><\/svg><svg style=\"fill: #999;color:#999\" class=\"arrow-unsorted-368013\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"10px\" height=\"10px\" viewBox=\"0 0 24 24\" version=\"1.2\" baseProfile=\"tiny\"><path d=\"M18.2 9.3l-6.2-6.3-6.2 6.3c-.2.2-.3.4-.3.7s.1.5.3.7c.2.2.4.3.7.3h11c.3 0 .5-.1.7-.3.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7zM5.8 14.7l6.2 6.3 6.2-6.3c.2-.2.3-.5.3-.7s-.1-.5-.3-.7c-.2-.2-.4-.3-.7-.3h-11c-.3 0-.5.1-.7.3-.2.2-.3.5-.3.7s.1.5.3.7z\"\/><\/svg><\/span><\/span><\/span><\/a><\/span><\/div>\n<nav><ul class='ez-toc-list ez-toc-list-level-1 ' ><li class='ez-toc-page-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-1\" href=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#10_Panduan_Format_Penulisan_Artikel_yang_Benar\" >10 Panduan Format Penulisan Artikel yang Benar<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-2\" href=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#Apa_yang_perlu_kamu_pahami_sebelum_menerapkan_format_penulisan\" >Apa yang perlu kamu pahami sebelum menerapkan format penulisan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-3\" href=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#1_Buat_judul_yang_spesifik_dan_sesuai_isi\" >1) Buat judul yang spesifik dan sesuai isi<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-4\" href=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#2_Tulis_pembuka_yang_langsung_ke_masalah_pembaca\" >2) Tulis pembuka yang langsung ke masalah pembaca<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-5\" href=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#3_Gunakan_struktur_heading_yang_konsisten\" >3) Gunakan struktur heading yang konsisten<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-6\" href=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#4_Pastikan_tiap_subheader_membahas_satu_ide_utama\" >4) Pastikan tiap subheader membahas satu ide utama<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-7\" href=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#5_Gunakan_paragraf_pendek_dan_ritme_yang_enak_dibaca\" >5) Gunakan paragraf pendek dan ritme yang enak dibaca<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-8\" href=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#6_Gunakan_bullet_points_untuk_merangkum_bukan_menggantikan_penjelasan\" >6) Gunakan bullet points untuk merangkum, bukan menggantikan penjelasan<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-9\" href=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#7_Tambahkan_contoh_atau_ilustrasi_agar_pembaca_tidak_bingung\" >7) Tambahkan contoh atau ilustrasi agar pembaca tidak bingung<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-10\" href=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#8_Pakai_transisi_antar_paragraf_agar_alur_tidak_patah\" >8) Pakai transisi antar paragraf agar alur tidak patah<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-11\" href=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#9_Gunakan_penutup_yang_merangkum_dan_memberi_langkah_berikutnya\" >9) Gunakan penutup yang merangkum dan memberi langkah berikutnya<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-12\" href=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#10_Lakukan_proofreading_dengan_checklist_sederhana\" >10) Lakukan proofreading dengan checklist sederhana<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-13\" href=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#FAQ\" >FAQ<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-14\" href=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#Apakah_format_artikel_harus_selalu_sama_untuk_semua_topik\" >Apakah format artikel harus selalu sama untuk semua topik?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-15\" href=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#Berapa_panjang_ideal_satu_paragraf_dalam_artikel\" >Berapa panjang ideal satu paragraf dalam artikel?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-16\" href=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#Apakah_bullet_points_wajib_dalam_artikel\" >Apakah bullet points wajib dalam artikel?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-17\" href=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#Kenapa_heading_harus_diberi_penjelasan_minimal_dua_kalimat\" >Kenapa heading harus diberi penjelasan minimal dua kalimat?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-18\" href=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#Apa_kesalahan_format_yang_paling_sering_dilakukan_pemula\" >Apa kesalahan format yang paling sering dilakukan pemula?<\/a><\/li><li class='ez-toc-page-1'><a class=\"ez-toc-link ez-toc-heading-19\" href=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#Bagaimana_cara_memastikan_format_artikel_sudah_benar_sebelum_publish\" >Bagaimana cara memastikan format artikel sudah benar sebelum publish?<\/a><\/li><\/ul><\/nav><\/div>\n<h1 data-start=\"834\" data-end=\"882\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"10_Panduan_Format_Penulisan_Artikel_yang_Benar\"><\/span>10 Panduan Format Penulisan Artikel yang Benar<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h1>\n<p data-start=\"883\" data-end=\"1774\">Format penulisan artikel yang benar adalah cara menyusun artikel secara terstruktur mulai dari judul, pembuka, subheader, paragraf, hingga penutup, sehingga tulisan mudah dibaca dan tujuan artikel tercapai. Format yang baik membantu pembaca memahami isi tanpa harus membaca pelan-pelan dari awal sampai akhir, karena mereka bisa memindai bagian penting lewat subheader dan poin-poin. Format yang benar juga membantu penulis menjaga alur agar tidak melebar, menghindari pengulangan, dan memastikan setiap bagian menjawab kebutuhan pembaca. Untuk kebutuhan blog atau SEO, format yang rapi membuat mesin pencari lebih mudah memahami topik dan hubungan antar bagian artikel. Artikel yang formatnya baik biasanya punya struktur yang jelas, paragraf yang tidak terlalu panjang, dan transisi yang halus antar bagian. Jadi, format bukan sekadar estetika, tetapi bagian penting dari kualitas tulisan.<\/p>\n<h2 data-start=\"1776\" data-end=\"1841\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_yang_perlu_kamu_pahami_sebelum_menerapkan_format_penulisan\"><\/span>Apa yang perlu kamu pahami sebelum menerapkan format penulisan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_2417\" aria-describedby=\"caption-attachment-2417\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-2417\" src=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/istockphoto-1335037574-612x612-1-300x188.jpg\" alt=\"Penulisan Artikel yang Benar\" width=\"300\" height=\"188\" srcset=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/istockphoto-1335037574-612x612-1-300x188.jpg 300w, https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/istockphoto-1335037574-612x612-1.jpg 612w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-2417\" class=\"wp-caption-text\">Sumber gambar: Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p data-start=\"1842\" data-end=\"2438\">Sebelum membahas 10 panduannya, kamu perlu memahami bahwa format yang benar selalu mengikuti tujuan dan intent pembaca. Artikel \u201capa itu\u201d butuh definisi yang jelas di awal, artikel \u201ccara\u201d butuh langkah yang runtut, dan artikel \u201creview\u201d butuh perbandingan serta kesimpulan yang membantu keputusan. Jika format tidak sesuai intent, artikel akan terasa kurang memuaskan meski tulisannya bagus. Selain itu, format harus mempertimbangkan platform, karena orang membaca di mobile dengan pola scan yang cepat. Itu sebabnya subheader yang informatif dan paragraf pendek menjadi kunci utama format modern.<\/p>\n<p data-start=\"2440\" data-end=\"3021\">Hal lain yang penting adalah konsistensi. Pembaca menyukai artikel yang ritmenya stabil: pembuka singkat, isi rapi, penjelasan cukup, lalu penutup yang menegaskan. Jika kamu sering menulis untuk blog, konsistensi format juga membuat brand kamu terlihat profesional. Mesin pencari pun cenderung menyukai halaman yang struktur informasinya jelas, karena memudahkan proses pemahaman topik. Jadi, format bukan berarti membuat artikel kaku, tetapi membuat tulisanmu mudah diproses oleh manusia dan mesin. Dengan pemahaman ini, kamu bisa menerapkan panduan berikut tanpa merasa dibatasi.<\/p>\n<h4 data-start=\"3023\" data-end=\"3070\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"1_Buat_judul_yang_spesifik_dan_sesuai_isi\"><\/span>1) Buat judul yang spesifik dan sesuai isi<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p data-start=\"3071\" data-end=\"3506\">Judul adalah pintu pertama yang menentukan apakah orang mau klik dan lanjut membaca. Judul yang benar harus spesifik, mencerminkan isi, dan tidak menipu pembaca. Jika judul menjanjikan \u201cpanduan\u201d, pastikan isi benar-benar memandu, bukan hanya opini singkat. Jika judul mengandung angka seperti \u201c10\u201d, isi harus benar-benar ada 10 poin, bukan 7 atau 12. Untuk artikel SEO, judul juga sebaiknya mengandung topik utama agar relevansi jelas.<\/p>\n<p data-start=\"3508\" data-end=\"3867\">Setelah menulis artikel, cek lagi apakah judul masih cocok. Banyak penulis membuat judul di awal, lalu isi berubah, tetapi judul tidak diperbarui. Ini membuat pembaca merasa tidak mendapatkan apa yang dijanjikan. Judul yang kuat dan jujur meningkatkan trust dan membuat artikel lebih siap dibagikan. Jadi, anggap judul sebagai kontrak antara kamu dan pembaca.<\/p>\n<h4 data-start=\"3869\" data-end=\"3923\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"2_Tulis_pembuka_yang_langsung_ke_masalah_pembaca\"><\/span>2) Tulis pembuka yang langsung ke masalah pembaca<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p data-start=\"3924\" data-end=\"4336\">Pembuka yang benar tidak bertele-tele, tetapi langsung menjelaskan konteks dan alasan artikel ini penting. Kamu bisa memulai dari masalah umum, kesalahan yang sering terjadi, atau tujuan yang pembaca cari. Setelah itu, jelaskan apa yang akan dibahas dan siapa artikel ini cocok untuk. Pembuka yang baik membuat pembaca merasa \u201cini yang aku cari\u201d. Ini juga membantu menjaga pembaca bertahan lebih lama di halaman.<\/p>\n<p data-start=\"4338\" data-end=\"4740\">Pastikan pembuka tidak terlalu panjang, karena pembaca biasanya ingin cepat masuk ke isi. Jika kamu ingin menambahkan latar belakang, cukup 1\u20132 paragraf yang padat manfaat. Hindari pembuka yang hanya berisi kalimat umum tanpa informasi. Pembuka yang jelas juga membantu transisi ke subheader pertama, sehingga alurnya terasa halus. Dengan pembuka yang tepat, format artikel langsung terasa profesional.<\/p>\n<h4 data-start=\"4742\" data-end=\"4789\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"3_Gunakan_struktur_heading_yang_konsisten\"><\/span>3) Gunakan struktur heading yang konsisten<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p data-start=\"4790\" data-end=\"5255\">Heading membantu pembaca memindai isi dan menemukan bagian yang mereka butuhkan. Format yang benar biasanya memakai satu H1 untuk judul utama, lalu H2 untuk bagian besar, dan H3\/H4 untuk detail di bawahnya. Jangan melompat dari H2 langsung ke H4 tanpa alasan, karena struktur jadi tidak rapi. Heading juga sebaiknya informatif, bukan sekadar \u201cPembahasan\u201d atau \u201cPenjelasan\u201d. Jika heading jelas, pembaca akan lebih mudah memahami isi bahkan sebelum membaca detailnya.<\/p>\n<p data-start=\"5257\" data-end=\"5638\">Selain konsisten, heading harus punya isi yang cukup di bawahnya. Minimal berikan dua kalimat penjelasan agar tidak terlihat seperti daftar judul kosong. Ini penting supaya artikel tidak terasa \u201chanya outline\u201d. Heading yang rapi juga membantu SEO karena mesin pencari bisa memahami subtopik yang dibahas. Jadi, heading bukan sekadar tampilan, tetapi bagian dari struktur informasi.<\/p>\n<h4 data-start=\"5640\" data-end=\"5695\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"4_Pastikan_tiap_subheader_membahas_satu_ide_utama\"><\/span>4) Pastikan tiap subheader membahas satu ide utama<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p data-start=\"5696\" data-end=\"6139\">Salah satu kesalahan umum adalah satu subheader berisi banyak topik sekaligus, sehingga pembaca bingung. Format yang benar adalah satu subheader membahas satu ide utama, lalu paragraf-paragraf di bawahnya mendukung ide tersebut. Jika kamu ingin membahas ide lain, buat subheader baru. Ini membuat artikel lebih mudah dipindai dan mengurangi risiko pengulangan. Struktur seperti ini juga membantu kamu menulis lebih cepat karena fokusnya jelas.<\/p>\n<p data-start=\"6141\" data-end=\"6527\">Saat menulis, tanyakan pada diri sendiri: \u201cBagian ini sebenarnya sedang membahas apa?\u201d Jika jawabannya lebih dari satu, itu tanda kamu perlu memecahnya. Dengan cara ini, artikel terasa lebih rapi dan pembaca lebih nyaman. Ini juga membantu saat kamu ingin memperbarui artikel di masa depan, karena tiap bagian sudah terpisah dengan jelas. Format yang rapi memudahkan maintenance konten.<\/p>\n<h4 data-start=\"6529\" data-end=\"6587\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"5_Gunakan_paragraf_pendek_dan_ritme_yang_enak_dibaca\"><\/span>5) Gunakan paragraf pendek dan ritme yang enak dibaca<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p data-start=\"6588\" data-end=\"6977\">Paragraf panjang sering membuat pembaca lelah, terutama di mobile. Format yang benar biasanya memakai paragraf 2\u20135 kalimat, tergantung kompleksitas topik. Jika ada paragraf yang terlalu panjang, pecah menjadi dua bagian dengan transisi yang jelas. Gunakan kalimat aktif agar lebih ringan dan langsung. Hindari kalimat yang terlalu banyak anak kalimat karena mudah membuat pembaca tersesat.<\/p>\n<p data-start=\"6979\" data-end=\"7368\">Ritme artikel juga penting, yaitu kombinasi antara paragraf, subheader, dan elemen pemecah seperti bullet points. Jika semua paragraf panjang dan tidak ada pemecah, artikel terasa berat. Jika terlalu banyak bullet tanpa penjelasan, artikel terasa dangkal. Kuncinya adalah seimbang dan tetap fokus pada kenyamanan pembaca. Format yang enak dibaca biasanya membuat artikel lebih lama dibaca.<\/p>\n<h4 data-start=\"7370\" data-end=\"7446\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"6_Gunakan_bullet_points_untuk_merangkum_bukan_menggantikan_penjelasan\"><\/span>6) Gunakan bullet points untuk merangkum, bukan menggantikan penjelasan<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p data-start=\"7447\" data-end=\"7862\">Bullet points berguna untuk merangkum daftar langkah, checklist, atau poin penting. Namun format yang benar adalah bullet dipakai sebagai pelengkap, bukan sebagai pengganti penjelasan utama. Setelah bullet, beri penjelasan singkat agar pembaca paham konteksnya. Bullet tanpa konteks sering membuat pembaca hanya melihat daftar tanpa mengerti cara menerapkannya. Jadi, gunakan bullet saat memang membantu scan cepat.<\/p>\n<p data-start=\"7864\" data-end=\"8230\">Bullet points juga membantu SEO karena memperjelas struktur informasi. Banyak pembaca datang untuk mencari jawaban cepat, dan bullet membantu mereka menemukan inti. Namun tetap pastikan kamu menjelaskan bagian yang penting dengan paragraf yang cukup. Dengan begitu, artikel tetap kaya informasi, bukan hanya daftar. Ini membuat format lebih seimbang dan profesional.<\/p>\n<h4 data-start=\"8232\" data-end=\"8298\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"7_Tambahkan_contoh_atau_ilustrasi_agar_pembaca_tidak_bingung\"><\/span>7) Tambahkan contoh atau ilustrasi agar pembaca tidak bingung<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p data-start=\"8299\" data-end=\"8735\">Format yang benar biasanya menyertakan contoh agar pembaca bisa membayangkan penerapannya. Contoh bisa berupa template kalimat, contoh struktur, atau skenario singkat. Jika kamu membahas \u201cjudul yang spesifik\u201d, beri contoh judul yang terlalu umum dan versi yang lebih spesifik. Jika kamu membahas \u201cparagraf pendek\u201d, beri contoh paragraf yang terlalu panjang lalu versi revisinya. Contoh seperti ini membuat artikel terasa lebih membantu.<\/p>\n<p data-start=\"8737\" data-end=\"9041\">Contoh juga mengurangi miskomunikasi. Pembaca bisa salah menafsirkan teori jika tidak ada ilustrasi. Dengan contoh, kamu membuat pedoman lebih praktis dan mudah diikuti. Ini sangat cocok untuk artikel edukasi yang menarget pemula. Format yang punya contoh biasanya lebih disukai karena terasa membimbing.<\/p>\n<h4 data-start=\"9043\" data-end=\"9102\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"8_Pakai_transisi_antar_paragraf_agar_alur_tidak_patah\"><\/span>8) Pakai transisi antar paragraf agar alur tidak patah<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p data-start=\"9103\" data-end=\"9525\">Artikel yang formatnya benar terasa mengalir, bukan kumpulan paragraf yang berdiri sendiri. Transisi bisa berupa kalimat yang menghubungkan ide sebelumnya ke ide berikutnya. Misalnya, setelah menjelaskan masalah, kamu bisa menutup dengan \u201cItulah kenapa struktur heading penting, karena\u2026\u201d. Transisi seperti ini membuat pembaca tidak merasa lompat-lompat. Ini juga membuat artikel terasa lebih profesional dan nyaman dibaca.<\/p>\n<p data-start=\"9527\" data-end=\"9890\">Transisi tidak perlu panjang, cukup satu kalimat yang jelas. Hindari transisi yang terlalu klise dan kosong seperti \u201cselanjutnya kita akan membahas\u201d. Lebih baik transisi yang memberi alasan kenapa bagian berikutnya penting. Dengan transisi yang baik, pembaca lebih mudah mengikuti logika tulisanmu. Ini juga meningkatkan kemungkinan mereka membaca sampai selesai.<\/p>\n<h4 data-start=\"9892\" data-end=\"9961\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"9_Gunakan_penutup_yang_merangkum_dan_memberi_langkah_berikutnya\"><\/span>9) Gunakan penutup yang merangkum dan memberi langkah berikutnya<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p data-start=\"9962\" data-end=\"10431\">Penutup yang benar merangkum poin penting tanpa mengulang seluruh isi. Kamu bisa menegaskan kembali inti artikel dan memberi langkah berikutnya agar pembaca tahu harus mulai dari mana. Misalnya, ajak pembaca membuat outline dulu, lalu mengecek heading dan paragraf sebelum publish. Penutup juga bisa menjadi tempat untuk CTA yang relevan, misalnya mengajak membaca artikel terkait atau menerapkan checklist. Yang penting, penutup tetap terasa natural dan tidak memaksa.<\/p>\n<p data-start=\"10433\" data-end=\"10764\">Penutup yang baik membuat pembaca merasa tuntas. Mereka tidak dibiarkan menggantung setelah membaca panjang. Selain itu, penutup bisa membantu meningkatkan engagement, karena pembaca diarahkan ke langkah berikutnya. Ini penting untuk blog yang ingin membangun pembaca setia. Format penutup yang kuat membuat artikel terasa lengkap.<\/p>\n<h4 data-start=\"10766\" data-end=\"10822\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"10_Lakukan_proofreading_dengan_checklist_sederhana\"><\/span>10) Lakukan proofreading dengan checklist sederhana<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h4>\n<p data-start=\"10823\" data-end=\"11249\">Proofreading adalah bagian format yang sering diabaikan, padahal sangat menentukan kualitas akhir. Cek ejaan, tanda baca, dan konsistensi istilah. Pastikan tidak ada heading yang langsung diikuti heading lain tanpa penjelasan. Periksa apakah link berfungsi dan tidak mengarah ke error. Cek juga apakah ada bagian yang repetitif dan bisa dipangkas. Proofreading membuat artikel kamu terasa lebih rapi dan lebih layak dipercaya.<\/p>\n<p data-start=\"11251\" data-end=\"11624\">Agar mudah, gunakan checklist tetap sebelum publish. Misalnya: judul sesuai isi, pembuka jelas, heading rapi, paragraf pendek, ada contoh, penutup merangkum, dan tidak ada typo. Checklist ini membantu kamu menjaga standar, terutama kalau kamu menulis rutin. Dengan proofreading, artikel yang \u201clumayan\u201d bisa naik kelas menjadi \u201cbagus\u201d. Ini langkah kecil dengan dampak besar.<\/p>\n<h2 data-start=\"11626\" data-end=\"11632\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"FAQ\"><\/span>FAQ<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h2>\n<p data-start=\"11633\" data-end=\"11806\">Bagian ini menjawab pertanyaan umum tentang format penulisan artikel yang benar. Tujuannya agar kamu bisa menerapkan panduan di atas dengan lebih percaya diri dan konsisten.<\/p>\n<h5 data-start=\"11808\" data-end=\"11872\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_format_artikel_harus_selalu_sama_untuk_semua_topik\"><\/span>Apakah format artikel harus selalu sama untuk semua topik?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h5>\n<p data-start=\"11873\" data-end=\"12192\">Tidak harus sama persis, tetapi prinsipnya tetap: struktur jelas, heading rapi, paragraf enak dibaca, dan isi menjawab intent. Artikel \u201ccara\u201d bisa lebih banyak langkah, sedangkan artikel \u201cdefinisi\u201d butuh penjelasan konsep dan contoh. Kamu bisa menyesuaikan format sesuai tujuan, tetapi tetap konsisten pada keterbacaan.<\/p>\n<h5 data-start=\"12194\" data-end=\"12249\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Berapa_panjang_ideal_satu_paragraf_dalam_artikel\"><\/span>Berapa panjang ideal satu paragraf dalam artikel?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h5>\n<p data-start=\"12250\" data-end=\"12487\">Umumnya 2\u20135 kalimat sudah nyaman, terutama untuk pembaca mobile. Jika topik kompleks, paragraf bisa sedikit lebih panjang, tetapi tetap pecah agar tidak menjadi blok teks. Paragraf yang terlalu panjang sering membuat pembaca cepat lelah.<\/p>\n<h5 data-start=\"12489\" data-end=\"12536\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apakah_bullet_points_wajib_dalam_artikel\"><\/span>Apakah bullet points wajib dalam artikel?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h5>\n<p data-start=\"12537\" data-end=\"12768\">Tidak wajib, tetapi sangat membantu untuk daftar langkah, checklist, dan ringkasan poin. Bullet points membuat artikel lebih mudah dipindai, tetapi tetap perlu penjelasan. Gunakan bullet sebagai alat bantu, bukan sebagai isi utama.<\/p>\n<h5 data-start=\"12770\" data-end=\"12835\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Kenapa_heading_harus_diberi_penjelasan_minimal_dua_kalimat\"><\/span>Kenapa heading harus diberi penjelasan minimal dua kalimat?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h5>\n<p data-start=\"12836\" data-end=\"13090\">Karena heading tanpa penjelasan membuat artikel terlihat seperti daftar outline tanpa isi. Pembaca juga bisa merasa kamu hanya \u201cmemecah\u201d artikel demi tampilan, bukan memberi nilai. Dua kalimat membantu memberi konteks sebelum lanjut ke bagian berikutnya.<\/p>\n<h5 data-start=\"13092\" data-end=\"13155\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Apa_kesalahan_format_yang_paling_sering_dilakukan_pemula\"><\/span>Apa kesalahan format yang paling sering dilakukan pemula?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h5>\n<p data-start=\"13156\" data-end=\"13439\">Kesalahan yang paling sering adalah paragraf terlalu panjang, heading generik, dan alur yang loncat-loncat tanpa transisi. Banyak juga yang membuat subheader berurutan tanpa isi yang cukup. Selain itu, proofreading sering dilewati sehingga typo dan inkonsistensi menurunkan kualitas.<\/p>\n<h5 data-start=\"13441\" data-end=\"13516\"><span class=\"ez-toc-section\" id=\"Bagaimana_cara_memastikan_format_artikel_sudah_benar_sebelum_publish\"><\/span>Bagaimana cara memastikan format artikel sudah benar sebelum publish?<span class=\"ez-toc-section-end\"><\/span><\/h5>\n<p data-start=\"13517\" data-end=\"13841\">Gunakan checklist sederhana: judul sesuai isi, pembuka langsung relevan, heading rapi, tiap subheader membahas satu ide, paragraf pendek, ada contoh, dan penutup merangkum. Lalu baca ulang di HP untuk memastikan nyaman dibaca. Jika kamu bisa memindai dan tetap paham inti artikel, formatnya sudah berada di jalur yang benar.<\/p>\n<div style='text-align:center' class='yasr-auto-insert-visitor'><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penulisan Artikel yang Benar &#8211; Banyak orang sudah rajin menulis artikel, tetapi hasilnya sering terasa \u201cberantakan\u201d: pembuka terlalu panjang, subjudul tidak nyambung, paragraf menumpuk, dan pembaca cepat keluar karena sulit dipindai. Padahal, format penulisan yang benar itu bukan soal gaya yang kaku, melainkan cara menyusun informasi agar mudah dipahami, enak dibaca di HP, dan terlihat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2415,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"yasr_overall_rating":0,"yasr_post_is_review":"","yasr_auto_insert_disabled":"","yasr_review_type":"","footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-2414","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>10 Panduan Format Penulisan Artikel yang Benar - Informasi dan Panduan Website<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penulisan Artikel yang Benar - Banyak orang sudah rajin menulis artikel, tetapi hasilnya sering terasa \u201cberantakan\u201d: pembuka terlalu panjang\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10 Panduan Format Penulisan Artikel yang Benar - Informasi dan Panduan Website\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penulisan Artikel yang Benar - Banyak orang sudah rajin menulis artikel, tetapi hasilnya sering terasa \u201cberantakan\u201d: pembuka terlalu panjang\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Informasi dan Panduan Website\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-01-06T08:19:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-01-06T08:20:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/istockphoto-1422478091-612x612-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"612\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"408\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"resolusiweb\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/\"},\"author\":{\"name\":\"resolusiweb\",\"@id\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/#\/schema\/person\/0b1877afbb4b57509eb073eb44fcbb2a\"},\"headline\":\"10 Panduan Format Penulisan Artikel yang Benar\",\"datePublished\":\"2026-01-06T08:19:56+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-06T08:20:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/\"},\"wordCount\":1915,\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/istockphoto-1422478091-612x612-1.jpg\",\"articleSection\":[\"Artikel\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/\",\"url\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/\",\"name\":\"10 Panduan Format Penulisan Artikel yang Benar - Informasi dan Panduan Website\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/istockphoto-1422478091-612x612-1.jpg\",\"datePublished\":\"2026-01-06T08:19:56+00:00\",\"dateModified\":\"2026-01-06T08:20:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/#\/schema\/person\/0b1877afbb4b57509eb073eb44fcbb2a\"},\"description\":\"Penulisan Artikel yang Benar - Banyak orang sudah rajin menulis artikel, tetapi hasilnya sering terasa \u201cberantakan\u201d: pembuka terlalu panjang\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/istockphoto-1422478091-612x612-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/istockphoto-1422478091-612x612-1.jpg\",\"width\":612,\"height\":408,\"caption\":\"Close up of a hands on a keyboard\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"10 Panduan Format Penulisan Artikel yang Benar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/#website\",\"url\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/\",\"name\":\"Informasi dan Panduan Website\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/#\/schema\/person\/0b1877afbb4b57509eb073eb44fcbb2a\",\"name\":\"resolusiweb\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8770277f6d0bed4bfa2420db45996a5fa0c6d25d5d70aa88f5adc82d9ae8af1e?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8770277f6d0bed4bfa2420db45996a5fa0c6d25d5d70aa88f5adc82d9ae8af1e?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"resolusiweb\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\"],\"url\":\"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/author\/resolusiweb\/\"},false]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"10 Panduan Format Penulisan Artikel yang Benar - Informasi dan Panduan Website","description":"Penulisan Artikel yang Benar - Banyak orang sudah rajin menulis artikel, tetapi hasilnya sering terasa \u201cberantakan\u201d: pembuka terlalu panjang","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"10 Panduan Format Penulisan Artikel yang Benar - Informasi dan Panduan Website","og_description":"Penulisan Artikel yang Benar - Banyak orang sudah rajin menulis artikel, tetapi hasilnya sering terasa \u201cberantakan\u201d: pembuka terlalu panjang","og_url":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/","og_site_name":"Informasi dan Panduan Website","article_published_time":"2026-01-06T08:19:56+00:00","article_modified_time":"2026-01-06T08:20:49+00:00","og_image":[{"width":612,"height":408,"url":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/istockphoto-1422478091-612x612-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"resolusiweb","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":false,"Estimasi waktu membaca":"11 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/"},"author":{"name":"resolusiweb","@id":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/#\/schema\/person\/0b1877afbb4b57509eb073eb44fcbb2a"},"headline":"10 Panduan Format Penulisan Artikel yang Benar","datePublished":"2026-01-06T08:19:56+00:00","dateModified":"2026-01-06T08:20:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/"},"wordCount":1915,"image":{"@id":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/istockphoto-1422478091-612x612-1.jpg","articleSection":["Artikel"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/","url":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/","name":"10 Panduan Format Penulisan Artikel yang Benar - Informasi dan Panduan Website","isPartOf":{"@id":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/istockphoto-1422478091-612x612-1.jpg","datePublished":"2026-01-06T08:19:56+00:00","dateModified":"2026-01-06T08:20:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/#\/schema\/person\/0b1877afbb4b57509eb073eb44fcbb2a"},"description":"Penulisan Artikel yang Benar - Banyak orang sudah rajin menulis artikel, tetapi hasilnya sering terasa \u201cberantakan\u201d: pembuka terlalu panjang","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#primaryimage","url":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/istockphoto-1422478091-612x612-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/istockphoto-1422478091-612x612-1.jpg","width":612,"height":408,"caption":"Close up of a hands on a keyboard"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/penulisan-artikel-yang-benar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"10 Panduan Format Penulisan Artikel yang Benar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/#website","url":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/","name":"Informasi dan Panduan Website","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/#\/schema\/person\/0b1877afbb4b57509eb073eb44fcbb2a","name":"resolusiweb","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8770277f6d0bed4bfa2420db45996a5fa0c6d25d5d70aa88f5adc82d9ae8af1e?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8770277f6d0bed4bfa2420db45996a5fa0c6d25d5d70aa88f5adc82d9ae8af1e?s=96&d=mm&r=g","caption":"resolusiweb"},"sameAs":["https:\/\/resolusiweb.com\/post"],"url":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/author\/resolusiweb\/"},false]}},"yasr_visitor_votes":{"stars_attributes":{"read_only":false,"span_bottom":false},"number_of_votes":0,"sum_votes":0},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2414","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2414"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2414\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2418,"href":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2414\/revisions\/2418"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2415"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2414"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2414"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/resolusiweb.com\/post\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2414"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}